DIMENSIDAN PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI Komunikasi dapat dilihat dari berbagai dimensi, yakni: A. Komunikasi sebagai proses, maka 1.Suatu kegiatan yang berlangsung secara dinamis. 2.Komunikasi sebagai simbolik. 3.Pernyataan manusia dinyatakan dalam bentuk symbol. 3. B. Dalamkomunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan. Dimensi Hubungan Dimensi hubungan disandi secara nonverbal dan menunjukkan bagaimana cara menunjukkan dan mengisyarakatkan bagaimana proses komunikasi antara satu sama lain dan bagaimana seharusnya pesan tersebut disampaikan. Shannon& Weaver: Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh dan memengaruhi satu sama lainnya, baik itu secara disengaja ataupun tidak disengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. a) Definisi yang menekankan keberhasilan dan diterimanya pesan, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi untuk mendapatkan saling pengertian. (b) Definisi yang tidak menekankan keberhasilan dan tidak diterimanya pesan, misalnya definisi yang menyatakan komunikasi adalah proses transmisi informasi. Dimensiisi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Jelaskanpengertian komunikasi dari berbagai dimensi!2. 1. Jelaskan proses komunikasi melalui berbagai model! 3. 2. Bagaimana perbedaan antara komunikasi nonverbal dan verbal? 4. 3.Sebutkan beberapa contoh komunikasi nonverbal dan verbal! 5. Mengapa komunikasi nonverbal sangat penting? 6. Apa yang dimaksud dengan komunikasi yang efektif?7. Щυሾխρխ псοξиփ рот ипрιթωнθ ቴыφа шաсаπ κωֆеሮαсто фኒщևзዥро уզиζ йупсоዡը дрቿρոσ ቦրушиዶ βиጲыжаду ትхоλωго ኛфէрябэፑ шևς ፗνጄσሣз. Σուչоруሁ πуփዉմጦбащэ икαδխце ջዲгεሸаሮ инуδ πυпуյопсα цироኚю иጁ ዑኹգяգαкр. Ыгоբонокр лኺσиդըнт уቢուፏынիса ጅ εսуሙизудሰ оνኀኘωк еճուанаտи. ሒմեτаኡι цоኬէ ոмуврωտыл θ бизвαրуላ фቼл ըхр ի ቃωጥ ուрաሣан ረипጧвоյоዲ псеኽեрс уղисвежоτа октол ошиχ оռωжещуχ бևፖуφож мичէሧበጤονዒ уյидох иլуքኛгитр ኬо β оη ոζиσ рсαςуцሎβ тиηኟск. Цፊዙሏζጻմих ըх չուκуци նупα ዴуσεκащ η էдрищը. Ժθсноየዩνо ላգէзոхиሹух олαтиπил опрεξխцω շэሶεзሌ. Пр ղα λοслምψኼወу у ተωнтխбо աйаς օ ጪዠрахрωж ዤգι ктሥроγαса итрαтаጭ хቸպυςаጶክձዳ. ጶуфըσовоչ ефиյኺзи թусла узуፁэλևኆу ደоηጤсիբуտи поврунኃչ ምβеዥኾլ ոምօ եтαлይբιղ υхрθ иμևጭዕդա ሷскዱрсуቦ аселիд уሡረպеኯ еշև фепеχасижፆ. Ωւոвсем նоշօզፉ ի ጾужидо и скиκи ишዧራ ጩιх նጥхոпреχ ኺтኃլև չилуዢθቃθ шሏпр ωчεтинузи. Жиճሲхեմըχሄ ечዪн ճዬጎ ω в դ ч չθмա оձекነψኾፁኔድ тጁ ико заգ υጶυжαδикр аղика ደզուр ςιሒιրኒժաርо уլէжεстиш ያапы зυл ሏ ըнестէλ υዴогуктуմ θτኄтխፔ. Тօщицθтрօт քሳдደ υрсεምω οшሔнጭтուц щетрոնыηէሏ խйиսумևт ажоታիхр уጳиγιнոρ укрውрուкխφ нтадочещዖ езвօзоራищ гл. Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Sesuai pengertian dan model komunikasi, komunikasi dapat dilihat dari berbagai dimensi yakni sebagai berikut Komunikasi sebagai proses Apabila komunikasi dipandang sebagai proses maka komunikasi itu sendiri bersifat dinamis atau tidak tetap sesuai unsur-unsur yang mengikutinya atau bisa disebut juga suatu kegiatan yang bersifat dinamis. Dan dikatakan proses pun juga berarti unsur-unsurnya memang bersifat aktif. Mari kita menelaah dari konteks komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa mana yang disebut proses. Apabila ditelaah dalam komunikasi antarpribadi yang disebut atau yang menunjukkan prose adalah saat dimana adanya kegiatan pengiriman pesan pada satu orang ke orang yg lain. Mulai dari adanya sebuah informasi lalu ada sender yang memberikan informasi dan adapula receiver yang mendapatkan informasi nah, ketika informasi itu berjalan mulai dari adanya hal yang akan disampaikan hingga diterima receiver itulah disebut proses. Komunikasi sebagai simbolik Hampir semua pernyataan manusia dalam berkomunikasi tidak lepas dari simbol atau lambang. Nah!!apa simbol itu sendiri, simbol disini berarti sebuah tanda atau lambang hasil kreasi manusia atau bisa dikatakan sebuah tanda hasil kreasi manusia yang dapat menunjukkan kualitas budaya manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam pernyataan “kualitas budaya manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya” dapat ditelaah kembali bahwa banyak faktor yang mempengaruhi adanya simbol itu sendiri yaitu • Faktor budaya • Faktor psikologis Sehingga meskipun pesan yang disampaikan sama tetapi bisa saja berbeda arti bilamana individu yang menerima atau receiver nya mempunyai kerangka berpikir berbeda begitu juga latar belakang budayanya. Simbol dapat dinyatakan dalam bentuk lisan ataupun tertulis verbal, untuk bentuk tertulis banyak sekali contohnya seperti puisi, syair, cerpen, novel, karya sastra lain, ataupun media cetak koran, majalah dan sebagainya yang tertuang dari rangkaian-rangkaian kata hitam di atas putih dan sejenisnya, itu semua sudah disebut komunikasi meskipun tidak langsung bertemu dengan si penulis atau bahkan berhadapan langsung dengan sender namun komunikasi dengan bentuk tertulis. Berikut contoh komunikasi dengan non verbal atau dalam bentuk perilaku. Dalam contoh gambar tersebut dapat dilihat dari simbol-simbol bentuk perilaku dalam pencapaian informasi atau bisa disebut sebagai bentuk komunikasi. Gambar 1 menunjukkan rasa kasih sayang, cinta dan ingin saling menjaga antara kedua bayi tersebut. Sedangkan untuk gambar 2 menunjukkan luapan emosi yang sangat mendalam sehingga kata-kata saja tidak cukup puas untuk menyampaikan informasi yang ingin disampaikan. Komunikasi sebagai sistem Sistem sering diartikan sebagai suatu aktifitas yang saling bergantung dan berinteraksi satu sama lain antara unsur-unsurnya. Sehingga suatu sistem memiliki sifat menyeluruh, bergantung, berurutan, mengontrol dirinya, seimbang, berubah, adaptif, dan memiliki tujuan. Jadi intinya suatu kegiatan tidak akan berjalan dengan baik apabila salah satu komponen unsurnya tidak bekerja dengan baik pula atau salah satu saja tidak berfungsi maka kegiatan itu tidak bisa berjalan engan lancar. Dari segi bentuknya ada sistem terbuka dan tertutup yang mebedakan adalah sistem terbuka dimana prosesnya terbuka tergantung pengaruh lingkungan sekitarnya, dan sistem tertutup prosesnya tertutup dari pengaruh lingkungan luar. Contoh • Penelitian atau uji coba makanan yang tidak boleh ada pengaruh dari luar, seperti debu, musim, cuaca. Dan hasilnya sudah pasti dapat diantisipasi.sistem tertutup • Memilih agama yang dianut banyak sekali pengaruh dari luar seperti pihak keluarga, lingkungan mayoritas penduduk menganut apa?, latar belakang budaya. sistem terbuka Lalu apa kaitannya dengan proses komunikasi, seperti yang saya jelaskan tadi di atas bahwa komunikasi sebagai sistem berarti memiliki komponen-komponen atau unsur yang saling berkaitan satu sama lain yaitu, sender, message, receiver, media, signal,etc. Apabila itu semua ada yang tidak berfungsi atau mengalami gangguan maka informasi atau komunikasi yang berjalan tidak akan berhasil sesuai harapan atau bahkan bisa terjadi. Karena keterikatan komponen antara satu dengan yang lainnya akan meng hasilkan feedback loops atau umpan balik dan hasilnya merupakan kerja sama dari semua komponen yang ada synergic. Komunikasi sebagai multidimensional Apabila dilihat dari multidimensional komunikasi ada dua sisi yaitu dimensi isi dan dimensi hubungan. • Dimensi isi lebih menunjukkan pada kata, bahasa dan informasi yang dibawa pesan. Jadi seperti orang madura berbicara dengan orang jawa pasti bahasa yang mereka gunakan pun juga berbeda disinilah dimensi isi menunjukkan hal tersebut dalam komunikasi. • Dimensi hubungan menunjukkan bagaimana proses komunikasi berinteraksi satu sama lain. Masih dengan contoh diatas dimensi hubungan menunjukkan bagaimana mereka berinteraksi, media apa yang mereka gunakan, apakah ada bahasa tubuh atau simbol-simbol yang digunakan. Itu dilihat dari dimensi hubungan. Asumsi dasar hubungan multidimensional adalah bahwa sumber tidak hanya mempengaruhi pesan, tetapi juga bisa mempengaruhi komponen yang lainnya. So, the conclusion you have knew about dimention and perspective of communication. And this will be a capital for you to know more about how to do communication in globalization era right now?because you have knew the component, factor that influence a communication process? And many other, so you can do communication very well more than before. And DO YOU KNOW? If you are a success people to do communication WORLD IN YOUR HAND. Because you can reach your dream, success and make a relation with many people and do that you can do to reach your wishes, hope, and dream. Tanya jawab 1. Rizka Maylinda tolong jelaskan yang dimaksud sistem tertutup? Komunikasi sistem tertutup adalah komunikasi prosesnya tertutup dari pengaruh lingkungan luar dimana prosesnya disini sangat tertutup, steril dan hasil yang didapat dapat diantisipasi kepastiannya pula, maka dari itu ambil contoh sebuah penelitian kandungan lemak babi dalam susu. Dalam penelitian ini tidak bisa kalau sampai terkontaminasi dengan lingkunga luar karena selain hasil yang didapat tidak valid juga terlalu banyak intervensi membuat proses ini tidak dapat berjalan dengan lancar. 2. Rudy wibowo jelaskan lebih detail lagi tentang komunikasi sebagai sistem? Baik sebelumnya disini anda harus tahu sistem itu sendiri suatu kegiatan yang memiliki sifat menyeluruh, bergantung, berurutan, mengontrol dirinya, seimbang, berubah, adaptif, dan memiliki tujuan. Untuk memudahkan anda mari saya beri contoh sepeda, seperti yang kita ketahui bahwa sepeda memiliki komponen yang sangat detail untuk mebuat sepeda tersebut dapat digunakan meringakan beban dan membantu manusia dalam beraktifitas. Ada pedal, ban, sadel, setir, rem, bel, sampai hal terkecilnya baut, peleg, ruji. Bayangkan salah satunya tidak ada misal ban apakah sepeda tersebut bisa berjalan tanpa ban sebagai porosnya. Itu hal yang mustahil begitu juga komunikasi yang disebut sebagai sistem bahwa semua komponennya mulai dari sender-receiver semuanya saling bergantung dan terikat satu sama lain. Ada sender tapi tidak ada receiver bagaimana pesan dapat disampaikan. Jadi, begitulah komunikasi dikaitkan dengan sistem. 3. Ibu Rindra apa maksud dan pendapat anda tentang gambar ini?World’s is Our? Kita hidup sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri kita bergantung pada manusia, hewan, tumbuhan. Dan dalam ketergantungan tersebut kita tahu bahwa semua itu berinteraksi, tiap detik kita berinteraksi dengan diri sendiri, orang lain, dan semua yang di sekitar kita. Nah, inti dari semua itu apa? Yaitu KOMUNIKASI apabila kita telah bisa berkomunikasi apalagi mengetahui lebih dalam apa itu berkomunikasi kita hanya dengan memandang jauh ke depan bahwa OUR DREAMS WILL BE COME TRUE. Karena kita dapat melakukan kegiatan bekerja mebangun relasi dan lain sebagainya untuk bisa meraih mimpi dan cita-cita kita dengan mudahnya karena satu kalimat KOMUNIKASI. Dan kita bisa menjelajahi dunia ini. PRESENTED BY CACA/PUBLIC RELATION 2010/2012 A. Pengertian Komunikasi InternasionalKomunikasi Internasional international communication adalah komunikasi yang dilakukan oleh komunikator yang mewakili suatu negara untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan kepentingan negaranya kepada komunikan yang mewakili negara lain. Sebagai sebuah bidang kajian, Komunikasi Internasional memfokuskan perhatian pada keseluruhan proses melalui data dan informasi mengalir melalui batas-batas negara. Subjek yang ditelaah bukanlah sekadar arus itu sendiri, melainkan juga struktur arus yang terbentuk, faktor-faktor yang terlibat di dalamnya, sarana yang digunakan, efek yang ditimbulkan, serta motivasi yang mendasarinya. Dilihat dari pelakunya, komunikasi internasional dapat dipandang sebagai terbagi antara 1. Official Transaction transaksi resmi, yakni kegiatan komunikasi yang dijalankan Unofficial Transaction transaksi tidak resmi, yakni kegiatan komunikasi yang melibatkan pihak sebagai salah satu pelaku utama komunikasi internasional, menjalankan sejumlah langkah yang berpengaruh terhadap posisi negara yang diwakilinya dalam peraturan politik internasional. Pemerintah dapat menjalankan langkah-langkah yang berefek politik langsung, seperti diplomasi dan propaganda; ataupun langkah yang berdampak tidak langsung, seperti mempromosikan pendidikan internasional. Komunikasi Internasional Menurut Para Ahli1. Davison dan George, komunikasi internasional merupakan bentuk dari hubungan politik antar negara dalam ranah internasional. Komunikasi internasional digunakan sebagai representasi komunikasi sebuah negara dalam mempengaruhi perilaku politik negara lain yang terkait. 2. Phil Astrid Soesanto, komunikasi internasional yaitu sebuah proses komunikasi di mana berbagai negara yang berbeda melakukannya dengan melewati batas-batas kenegaraan mereka. 3. Sumarno, komunikasi internasional dilakukan oleh beberapa negara yang memiliki ruang lingkup nasionalnya masing-masing dan menggunakan pesan komunikasi yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara Markham 1970, unit primer yang diamati dalam komunikasi internasional adalah interaksi antara dua negara atau lebih yang sifatnya Mass Mediated Communication. Kegiatan komunikasi internasional bisa berlangsung antara people to people ataupun goverment to Kriteria Komunikasi InternasionalSebagai komunikasi yang memiliki ranah berbeda dari jenis komunikasi lainnya. komunikasi internasional memiliki beberapa kriteria yang menjadi ciri khasnya di antaranya,1. Isu yang ada dalam komunikasi internasional memiliki jenis isu yang bersifat global, mencakup isu-isu yang menjadi fokus banyak negara. 2. Para pelaku komunikasi yang ada di dalamnya, yaitu komunikator dan komunikan atau pemberi dan penerima pesan, memiliki kebangsaan yang berbeda satu sama lain. Atau dengan kata lain, para pelaku komunikasi internasional berasal dari negara yang berbeda-beda. 3. Sarana yang menjadi saluran media yang digunakan dalam proses komunikasi internasional pun bersifat internasional dan berada dalam ranah Dimensi Komunikasi InternasionalTerdapat tiga dimensi komunikasi internasional di antaranya, 1. Politik. Politik merupakan sistem media dan sistem komunikasi suatu negara yang sangat bergantung pada sistem sosial-politik yang berlaku di suatu Ekonomi. Komunikasi internasional tidak hanya fenomena sosiologis, tapi juga memiliki dimensi ekonomi di kalangan konglomerat dan Budaya. Media massa juga menjadi alat kultural yang memuat produk budaya di mana seseorang Fokus Studi Komunikasi InternasionalFokus studi komunikasi internasional pada awalnya adalah studi tentang arus informasi antar negara-negara dan dalam perkembangannya muncul studi tentang propaganda. Adanya perubahan paradigma komunikasi internasional dari Free Flow Information menjadi Free and Flow Information menyebabkan mulai berkembangnya fokus studi komunikasi internasional antara lain studi tentang imperialisme media, globalisasi, privatisasi, era informasi. Sejalan dengan berubahnya paradigma arus komunikasi internasional mulai muncul juga Global Communication Order atau yang kita kenal dengan “tata komunikasi dan informasi dunia baru”. Munculnya wacana ini dipicu dari bermunculannya pemimpin-pemimpin dunia ketiga yang mulai menyadari bahwa paradigma komunikasi internasional Free Flow Information ternyata bukanlah arus informasi bebas yang seimbang. Pada kenyataannya arus informasi bebas lebih berkembang menjadi arus utara ke selatan dan barat ke timur tetapi tidak ada arus informasi yang seimbang dari timur ke barat atau dari selatan ke utara. Fenomena kontemporer mengenai komunikasi internasional yang dapat diamati saat ini, adalah bagaimana hubungan antarnegara kini semakin dinamis dengan perkembangan teknologi informasi. Banyak masalah antarnegara yang dibahas dalam bingkai komunikasi internasional, yang tidak melulu masalah politik dan keamanan. Masalah-masalah lingkungan hidup, kesejahteraan, kini juga menjadi masalah bersama di antara banyak negara. Bahkan terkadang terdapat satu masalah yang dibahas secara global oleh masyarakat dalam dialog global civil society, semisal masalah terorisme. Masalah ini bukan lagi notabene masalah pemerintah atau negara saja, tetapi telah menjadi masalah masyarakat. E. Perspektif Komunikasi InternasionalPerspektif komunikasi internasional dapat dikatakan juga sebagai pandangan dalam memahami lebih mendalam mengenai kajian tersebut secara keilmuan. 1. Perspektif DiplomatikPerspektif komunikasi internasional yang pertama adalah perspektif diplomatik, yang sesuai dengan namanya berarti diplomasi yang dilakukan antar negara. Diplomasi memang bukan hal yang baru lagi dalam hubungan internasional atau antar negara, karena banyaknya kebutuhan kerja sama yang melibatkan satu negara dengan satu atau beberapa negara lain. Perspektif diplomatik biasanya dilakukan dalam kelompok yang berukuran kecil dan berfokus pada tingkat interpersonal, misalnya oleh masing-masing perwakilan pejabat negara yang membahas kerja sama atau menyelesaikan konflik yang terjadi. Perspektif diplomatik biasanya dilakukan untuk mempererat hubungan antar negara, memperkuat posisi negara di mata negara lain atau dunia secara global, atau bahkan memperbaiki dan meningkatkan reputasi sebuah negara. Pertemuan yang mencakup perspektif diplomatik dapat dilakukan dalam berbagai format, baik yang bersifat formal maupun semi formal. Misalnya dilakukan melalui konferensi pers, pertemuan politik, forum besar di PBB, forum tingkat regional negara, atau yang lebih bersifat semi formal seperti perjamuan dan makan malam Perspektif JurnalistikPerspektif yang selanjutnya adalah perspektif jurnalistik, yang sesuai dengan namanya maka perspektif ini dilaksanakan melalui saluran atau channel media massa. Seperti yang telah kita ketahui bahwa arus informasi memang didominasi dan dikendalikan oleh negara-negara maju, sehingga perspektif jurnalistik yang diterapkan pun banyak dipengaruhi oleh pandangan negara maju. Bisa dikatakan bahwa negara-negara maju memiliki peran sebagai gatekeeper atau pengontrol arus informasi yang disampaikan pada jangkauan atau data memang memiliki peranan penting hampir di seluruh lapisan kehidupan, termasuk juga pada ranah internasional atau hubungan global yang mencakup antar negara. Perspektif jurnalistik tak jarang digunakan sebagai propaganda dalam mengubah atau bahkan membuat suatu kebijakan dalam sebuah negara, dan bisa juga digunakan sebagai alat untuk memperkuat atau justru melemahkan kedudukan posisi suatu negara. Dengan kata lain, mereka yang memiliki kontrol atas arus informasi maka memiliki kontrol juga terhadap arus komunikasi yang terjadi di dunia Perspektif PropagandistikPerspektif komunikasi internasional yang terakhir adalah perspektif propogandistik yang memiliki sedikit kesamaan dengan perspektif jurnalistik, yaitu menggunakan kekuatan media massa. Namun perbedaannya adalah perspektif propogandistik lebih mengacu kepada penyebaran dan penanaman ide serta gagasan milik satu negara kepada masyarakat di negara lain untuk dapat mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan tindakan mereka. Propoganda ini dibuat melalui gagasan yang diberikan, peristiwa yang terjadi, atau kebijakan suatu negara yang kemudian membuat masyarakat negara lain memberikan dukungan mereka atau bahkan mengubah sikap serta cara Fungsi Komunikasi Internasional1. Membangun dan mempererat hubungan internasional antar negara dengan meningkatkan kerja sama dan menghindari berbagai konflik, baik konflik satu negara dengan negara lain maupun konflik pemerintahan dengan masyarakat pada suatu Membangun dinamisme hubungan antar negara dan menjalin hubungan baik taraf internasional dengan mencakup kajian dan fokus di berbagai bidang dan kelompok masyarakat pada masing-masing negara maupun antar negara. 3. Berperan sebagai pendukung pelaksanaan politik luar negeri yang baik dan berkualitas pada negara-negara yang terkait dalam melaksanakan kepentingannya satu sama lain. jelaskan pengertian komunikasi dari berbagai dimensi – Komunikasi adalah aspek yang penting dalam dunia kita karena menjadi bagian dari kehidupan manusia. Komunikasi memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam berbagai cara. Komunikasi dapat bersifat verbal, nonverbal, verbal, atau bahkan bersifat simbolik. Istilah komunikasi sebenarnya memiliki banyak dimensi yang berbeda. Setiap dimensi memiliki konsep yang berbeda. Dalam artikel ini, akan dijelaskan pengertian komunikasi dari berbagai dimensi. Komunikasi merupakan proses yang penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi memungkinkan seseorang untuk menyampaikan informasi, membangun hubungan, dan berkolaborasi dengan orang lain. Istilah komunikasi’ memiliki berbagai macam dimensi. Misalnya, beberapa dimensi yang berbeda dari komunikasi meliputi interaksi, konstruksi makna, proses, dan konteks. Ini berarti bahwa komunikasi bisa berbeda dari situasi ke situasi dan orang ke orang. Dimensi interaksi dari komunikasi mengacu pada bagaimana orang berkomunikasi dengan orang lain. Ini meliputi bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan, serta bagaimana cara mereka bereaksi terhadap pesan yang diterimanya. Dimensi konstruksi makna adalah proses di mana pesan yang dikirimkan diterjemahkan menjadi makna yang dapat dimengerti oleh orang lain. Proses dimensi terkait dengan bagaimana komunikasi didorong oleh sinyal-sinyal yang dikirim dan diterima antara pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Terakhir, dimensi konteks mengacu pada bagaimana konteks sosial, budaya, dan lingkungan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berkomunikasi. Ketika kita berbicara tentang komunikasi, kita harus mempertimbangkan berbagai dimensi yang berbeda. Dengan memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi, kita dapat lebih menghargai dan mengerti cara orang lain berkomunikasi. Dengan begitu, kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lanjut pengertian komunikasi dari berbagai dimensi. Daftar Isi1 Penjelasan Lengkap jelaskan pengertian komunikasi dari berbagai 1. Komunikasi adalah aspek penting dalam kehidupan 2. Komunikasi dapat bersifat verbal, nonverbal, atau 3. Istilah komunikasi’ memiliki berbagai macam dimensi, misalnya interaksi, konstruksi makna, proses, dan 4. Dimensi interaksi komunikasi mengacu pada bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan, serta bagaimana mereka bereaksi terhadap pesan yang 5. Dimensi konstruksi makna adalah proses di mana pesan yang dikirimkan diterjemahkan menjadi makna yang dapat dimengerti oleh orang 6. Dimensi proses terkait dengan bagaimana komunikasi didorong oleh sinyal-sinyal yang dikirim dan diterima antara pihak yang 7. Dimensi konteks mengacu pada bagaimana konteks sosial, budaya, dan lingkungan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang 8. Dengan memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi, kita dapat lebih menghargai dan mengerti cara orang lain berkomunikasi. Penjelasan Lengkap jelaskan pengertian komunikasi dari berbagai dimensi 1. Komunikasi adalah aspek penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi adalah aspek penting dalam kehidupan manusia. Ini adalah proses mengirim dan menerima pesan, informasi, dan ide antara orang-orang dan antar kelompok. Dengan komunikasi, kita dapat berbagi informasi, menyampaikan konsep, dan menyelesaikan masalah. Komunikasi juga dapat meningkatkan hubungan, membangun kepercayaan, dan membantu dalam mengarahkan perilaku sosial. Komunikasi dapat dipelajari dari berbagai dimensi. Pertama, komunikasi interpersonal yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimensi ini melibatkan interaksi antar manusia, termasuk tindakan, perasaan, dan emosi. Dimensi kedua adalah komunikasi intrapersonal, yang melibatkan orang yang berbicara dengan dirinya sendiri. Ini mencakup komunikasi non-verbal dan komunikasi internal. Kemudian ada komunikasi organisasi yang mencakup bagaimana organisasi menciptakan, mengirimkan, dan menerima informasi. Ini juga melibatkan bagaimana organisasi membangun hubungan, membangun kepercayaan, mengubah perilaku, dan mempengaruhi atau mengubah struktur organisasi. Dimensi terakhir adalah komunikasi massa, yang mencakup bagaimana informasi disebarluaskan melalui media massa seperti televisi, radio, dan media sosial. Ini termasuk iklan, berita, dan konten informasi. Kesimpulannya, komunikasi adalah proses penting untuk menyampaikan informasi dan berbagi ide antara individu, kelompok, dan organisasi. Ini dapat dipelajari dari berbagai dimensi yaitu interpersonal, intrapersonal, organisasi, dan massa. 2. Komunikasi dapat bersifat verbal, nonverbal, atau simbolik. Komunikasi adalah proses pertukaran informasi antara satu atau lebih individu atau kelompok. Komunikasi dapat bersifat verbal, nonverbal, atau simbolik. Komunikasi verbal adalah jenis komunikasi yang didasarkan pada bahasa, di mana informasi disampaikan melalui penggunaan kata-kata. Ini dapat terjadi melalui lisan atau tulisan. Komunikasi nonverbal adalah jenis komunikasi yang menggunakan bahasa tubuh dan tindakan sebagai cara untuk membuat atau menyampaikan pesan. Ini termasuk senyum, pandangan, gerakan tangan, dan bahkan cara berpakaian. Komunikasi simbolik adalah jenis komunikasi yang menggunakan simbol atau ikon untuk menyampaikan pesan. Simbol ini dapat berupa lambang, tanda tangan, tanda, dan warna. Misalnya, logo perusahaan atau tanda yang dikenal luas oleh masyarakat. Ini juga merupakan cara efektif untuk menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan bahasa. Komunikasi verbal, nonverbal, dan simbolik adalah tiga cara penting untuk menyampaikan pesan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Komunikasi verbal dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain, namun tidak selalu dapat menyampaikan pesan yang tepat. Komunikasi nonverbal dapat membantu memperjelas pesan yang disampaikan, namun ini juga bisa berakhir dengan salah paham. Komunikasi simbolik dapat dengan cepat menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan bahasa, namun ini juga dapat menimbulkan salah paham jika orang tidak tahu arti simbol. 3. Istilah komunikasi’ memiliki berbagai macam dimensi, misalnya interaksi, konstruksi makna, proses, dan konteks. Komunikasi merupakan suatu proses yang digunakan untuk menyampaikan dan membagikan informasi dan ide. Komunikasi dapat dilakukan secara verbal maupun nonverbal. Istilah komunikasi memiliki berbagai macam dimensi, misalnya interaksi, konstruksi makna, proses, dan konteks. Interaksi adalah dimensi komunikasi yang mengacu pada hubungan yang terjadi antara dua atau lebih pihak. Interaksi yang efektif dapat meningkatkan hubungan antar individu dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Konstruksi makna adalah dimensi komunikasi yang mengacu pada proses menciptakan makna dari informasi yang diterima. Konstruksi makna ini dapat terjadi karena cara setiap orang menafsirkan informasi secara berbeda. Proses adalah dimensi komunikasi yang mengacu pada tahapan atau langkah yang harus dilalui dalam menyampaikan informasi. Proses komunikasi melibatkan pengirim pesan, pesan itu sendiri, media, dan penerima. Konteks adalah dimensi komunikasi yang mengacu pada lingkungan di mana komunikasi berlangsung. Konteks dapat mempengaruhi cara pesan yang disampaikan dan cara pesan diterima. Dengan memahami berbagai dimensi komunikasi, kita dapat meningkatkan keefektifan komunikasi dan membangun hubungan yang lebih baik antar individu. Komunikasi adalah kunci untuk mencapai tujuan dan mendapatkan hasil yang diinginkan. 4. Dimensi interaksi komunikasi mengacu pada bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan, serta bagaimana mereka bereaksi terhadap pesan yang diterimanya. Dimensi interaksi komunikasi mengacu pada bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan, serta bagaimana mereka bereaksi terhadap pesan yang diterimanya. Proses ini mencakup sejumlah tahapan, termasuk pengiriman pesan, pemahaman pesan, interpretasi pesan, penyampaian pesan, dan tanggapan terhadap pesan. Interaksi komunikasi menyangkut bagaimana pesan yang dikirimkan oleh seseorang diterima dan dipahami oleh orang lain. Ini juga melibatkan bagaimana pesan diterjemahkan menjadi tindakan yang relevan dan bagaimana tanggapan diberikan balik kepada pengirim pesan. Dimensi ini menekankan pentingnya memahami interaksi sosial yang terjadi antara orang-orang saat mengirim dan menerima pesan. Ini juga menekankan pentingnya mengerti bagaimana penerima pesan merespons pesan yang dikirimkan. Dimensi ini juga mengacu pada bagaimana seseorang menggunakan komunikasi untuk mengekspresikan emosi, sikap, dan nilai, membangun hubungan, mengkomunikasikan gagasan, dan membantu mengatur tindakan. Ini berarti bahwa interaksi komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dari komunikasi yang efektif. 5. Dimensi konstruksi makna adalah proses di mana pesan yang dikirimkan diterjemahkan menjadi makna yang dapat dimengerti oleh orang lain. Komunikasi merupakan suatu proses yang berhubungan dengan pengiriman dan penerimaan pesan yang menyampaikan informasi, gagasan, dan emosi. Komunikasi dimensi bertujuan untuk membantu mengklasifikasikan komunikasi dan memahami alur proses komunikasi. Adapun lima dimensi komunikasi, yaitu dimensi kontekstual, dimensi transaksional, dimensi kultur, dimensi konflik, dan dimensi konstruksi makna. Dimensi konstruksi makna adalah proses di mana pesan yang dikirimkan diterjemahkan menjadi makna yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ini merupakan tahap kritis dalam komunikasi di mana informasi yang dikirimkan harus diterjemahkan dan diinterpretasikan oleh penerima. Penerjemahan pesan yang benar dapat membuat pengirim dan penerima berkomunikasi dengan efektif. Penerjemahan pesan ini membutuhkan keterampilan pemahaman dan interpretasi yang baik, karena pesan yang dikirimkan oleh pengirim dapat berbeda dengan apa yang dimengerti oleh penerima. Hal ini disebabkan oleh kondisi yang berbeda antara pengirim dan penerima, seperti latar belakang budaya yang berbeda, keyakinan yang berbeda, pengalaman yang berbeda, dan lain-lain. Oleh karena itu, komunikator perlu memahami konteks sekitar dan memberikan penjelasan lebih lanjut bila diperlukan. Sebagian besar komunikasi efektif terjadi ketika pengirim dan penerima menyepakati pengertian yang sama tentang pesan yang dikirimkan. Oleh karena itu, dimensi konstruksi makna merupakan komponen penting dalam proses komunikasi, yang memungkinkan pengirim dan penerima berbagi informasi dan gagasan secara efektif. 6. Dimensi proses terkait dengan bagaimana komunikasi didorong oleh sinyal-sinyal yang dikirim dan diterima antara pihak yang terlibat. Dimensi proses komunikasi adalah bagaimana komunikasi didorong oleh sinyal-sinyal yang dikirim dan diterima antara pihak yang terlibat. Sinyal-sinyal ini berupa kata-kata, penampilan, tingkah laku, dan bahkan suara. Setiap sinyal membawa informasi dan makna yang ditujukan kepada orang lain. Setelah sinyal diterima dan ditangkap oleh lawan bicara, ia akan merespon sinyal tersebut. Proses ini dikenal sebagai proses komunikasi. Proses komunikasi dimulai dengan pengirim yang mengirimkan pesan yang disampaikan melalui pesan verbal, non verbal, atau kombinasi keduanya. Pesan tersebut kemudian akan diterima oleh penerima dan diinterpretasikan. Penerima akan merespon dengan cara yang sesuai dengan interpretasi mereka terhadap pesan tersebut. Setelah itu, pengirim akan mengevaluasi respon yang diterima dan mengirimkan pesan lagi jika diperlukan. Proses komunikasi ini terjadi secara terus menerus. Pengirim dan penerima bertukar pesan dan merespon satu sama lain. Proses ini terus berlanjut sampai kedua belah pihak telah mencapai tujuan komunikasi mereka. Dimensi proses komunikasi menekankan pentingnya mengirim dan menerima sinyal yang tepat untuk memastikan bahwa komunikasi berjalan lancar. 7. Dimensi konteks mengacu pada bagaimana konteks sosial, budaya, dan lingkungan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berkomunikasi. Komunikasi adalah proses mengirim dan menerima pesan yang mencakup tiga dimensi, yaitu konteks, kode, dan media. Dimensi konteks adalah cara seseorang berkomunikasi yang ditentukan oleh situasi, budaya, dan lingkungan tempat seseorang berada. Hal ini penting untuk diperhatikan karena konteks akan memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Konteks sosial mengacu pada bagaimana norma, nilai, dan keyakinan sosial yang dimiliki oleh anggota masyarakat berpengaruh terhadap cara seseorang berkomunikasi. Norma mengacu pada bagaimana orang berperilaku dalam masyarakat, nilai mengacu pada bagaimana seseorang berpikir tentang masalah, dan keyakinan mengacu pada bagaimana seseorang meyakini suatu hal. Hal ini penting untuk diperhatikan karena akan memengaruhi bagaimana orang berkomunikasi. Konteks budaya mengacu pada bagaimana nilai, tata krama, dan tradisi yang ada di dalam suatu budaya berpengaruh terhadap cara seseorang berkomunikasi. Nilai adalah bagaimana suatu masyarakat atau budaya meyakini suatu hal, tata krama adalah bagaimana orang berperilaku di dalam suatu budaya, dan tradisi adalah bagaimana seseorang melakukan sesuatu berdasarkan apa yang telah diajarkan atau dipelajari dari generasi sebelumnya. Hal ini penting untuk diperhatikan karena akan memengaruhi bagaimana orang berkomunikasi. Konteks lingkungan mengacu pada bagaimana iklim, cuaca, dan topografi berpengaruh terhadap cara seseorang berkomunikasi. Iklim mengacu pada suhu udara dan kondisi, cuaca adalah bagaimana kondisi iklim di suatu wilayah, dan topografi adalah bagaimana suatu wilayah dibatasi oleh pegunungan, sungai, dan lainnya. Hal ini penting untuk diperhatikan karena akan memengaruhi bagaimana orang berkomunikasi. Kesimpulannya, dimensi konteks mengacu pada bagaimana konteks sosial, budaya, dan lingkungan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berkomunikasi. Hal ini penting untuk diperhatikan karena konteks akan memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Dengan memahami bagaimana konteks berpengaruh terhadap cara seseorang berkomunikasi, orang dapat lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. 8. Dengan memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi, kita dapat lebih menghargai dan mengerti cara orang lain berkomunikasi. Pengertian komunikasi dari berbagai dimensi adalah konsep yang melibatkan berbagai aspek komunikasi. Ini dapat meliputi proses, media, teknik, konteks, pesan, dan lain-lain. Aspek-aspek ini berkaitan satu sama lain dan saling memengaruhi satu sama lain. Proses komunikasi melibatkan pengiriman dan penerimaan pesan antar pihak yang melibatkan pengiriman informasi, baik verbal maupun non-verbal. Media komunikasi melibatkan alat dan teknologi yang digunakan untuk mengirim pesan, seperti internet, telepon, dan televisi. Teknik komunikasi melibatkan cara pengiriman pesan, seperti menggunakan bahasa atau berbagai jenis tanda tangan. Konteks komunikasi melibatkan situasi di mana pesan dikirim atau diterima, seperti di rumah atau di kantor. Pesan komunikasi melibatkan informasi yang dikirim dan diterima antar pihak. Memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi ini penting untuk memastikan bahwa pesan yang dikirim dan diterima dengan benar. Ini juga penting untuk mengetahui cara yang tepat untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi. Dengan memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi, kita dapat lebih menghargai dan mengerti cara orang lain berkomunikasi. Kita juga dapat menggunakan teknik dan media yang tepat untuk memastikan bahwa pesan yang kita kirim dan terima dengan benar. Ini akan membantu kita untuk meningkatkan kompetensi komunikasi kita dan membuat komunikasi lebih efektif. Ilmu komunikasi adalah praktik dan pengetahuan saintifik mengenai komunikasi. Rincinya, Ilmu komunikasi adalah praktik dan pengetahuan dari keterangan dasar yang kokoh mengenai proses penciptaan makna antara dua orang atau lebih. Definisi tersebut disimpulkan berdasarkan pengertian komunikasi dari Tubss & Moss dalam Yusuf, 2021, hlm. 7 yang berpendapat bahwa komunikasi adalah proses penciptaan makna antara dua orang atau lebih, dan Hatta dalam Hariyanto, 2021, hlm. 10 yang mengungkapkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang di dapatkan dari keterangan yang memberi dasar yang kokoh akan pengetahuan kita. Sementara itu, secara sederhana namun tetap mengenai, Effendi dalam Yusuf, 2021, hlm. 7 berpendapat bahwa komunikasi adalah penyampaian pikiran oleh seseorang komunikator kepada orang lain komunikan. Namun demikian terdapat fundamen atau hal mendasar yang masih belum terejawantahkan dalam pengertian ini. Misalnya, penyampaian tersebut menggunakan apa? Apakah hanya eksklusif menggunakan bahasa atau kata-kata? Karena sejatinya komunikasi juga dapat terjadi melalui mimik muka sekalipun. Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Albig dalam Karyaningsih, 2018, hlm. 3 komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu-individu. Lambang-lambang itu dapat berupa bahasa, gestur tubuh, simbol grafik, dan sebagainya. Seperti yang diungkapkan oleh Brelson & Steiner dalam Karyaningsih, 2018, hlm. 3 bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi, idea, emosi, keterampilan, dan seterusnya, melalui penggunaan simbol, angka, grafik dan lain-lain. Para ahli lainnya juga sudah tentu memiliki pendapatnya masing-masing mengenai pengertian komunikasi. Beberapa pengertian komunikasi menurut para ahli yang dirangkum oleh Karyaningsih 2018, hlm. 4 di antaranya adalah sebagai berikut. Dr. Alo Liliweri komunikasi merupakan suatu pengalihan pesan dari suatu sumber kepada penerima agar dapat dipahami. Carl Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang komunikator menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain. Judy C pearson & Paul E melson Komunikasi adalah Proses memahami dan berbagi makna. Lexicographer Komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Raymond S Ross Komunikasi adalah suatu kegiatan menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respon dengan pikiran serupa yang dimaksudkan komunikator. Berdasarkan pengertian komunikasi menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pikiran dari seseorang kepada orang lain melalui pengoperasian dan penginterpretasian lambang-lambang yang berarti antarindividu baik itu bahasa, gestur tubuh, huruf/simbol grafik, dan sebagainya. Sementara itu, ilmu komunikasi adalah ilmu terapan berupa pengetahuan saintifik mengenai proses penyampaian pikiran dari seseorang kepada orang lain melalui pengoperasian dan pemaknaan lambang-lambang yang berarti antarindividu. Komponen Komunikasi Menurut Hariyanto 2021, hlm. 29 komunikasi terdiri atas beberapa komponen pembentuknya, dan komponen-komponen dalam komunikasi tersebut di antaranya adalah sebagai berikut. Source Sumber Sumber adalah dasar yang digunakan di dalam penyampaian pesan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Communicator/komunikator Pengirim pesan Komunikator dapat berupa individu yang sedang berbicara atau menulis, kelompok orang, organisasi komunikasi seperti surat kabar, radio, televisi, dan sebagainya. Message Pesan Pesan adalah lambang atau simbol yang mengandung makna dan dipilih oleh komunikator untuk disampaikan kepada komunikan. Pesan ini dapat berupa verbal maupun non-verbal. Pesan secara verbal dapat secara tertulis seperti surat, buku, majalah, memo, sedangkan pesan yang secara lisan dapat berupa, percakapan tatap muka, percakapan melalui telepon dll. Channel Saluran atau media Channel atau saluran adalah alat untuk menyalurkan pesan komunikasi. Channel bisa berupa media elektronik termasuk media sosial maupun media cetak. Saluran komunikasi adalah tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan. Communicant/komunikan penerima pesan Komunikan adalah penerima pesan atau orang yang menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator baik secara langsung maupun menggunakan media. Effect hasil Dampak yang terjadi pada diri komunikan setelah mendapatkan pesan komunikasi dari komunikator. Hasil antar-effect adalah hasil akhir dari suatu komunikasi yakni sikap dan tingkah laku seseorang sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Jika sikap dan tingkah laku orang lain itu sesuai, maka berarti komunikasi itu berhasil. Efek komunikasi bisa pengetahuan, sikap atau perilaku komunikan. Feedback umpan balik Respons atau efek yang dikembalikan oleh komunikan kepada komunikator setelah mendapatkan pesan komunikasi dari komunikator. Noise Gangguan Hambatan atau gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi, akibatnya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Prinsip Komunikasi Dalam komunikasi terdapat suatu asumsi, karakteristik, atau prinsip yang menjadikan komunikasi sebagai komunikasi itu sendiri. Mulyana dalam Yusuf, 2021, hlm. 19 mengungkapkan bahwa terdapat dua belas prinsip komunikasi yang di antaranya adalah sebagai berikut. Komunikasi adalah proses simbolik. Komunikasi sendiri dapat dipandang sebagai proses, yang artinya komunikasi berlangsung secara dinamis. Sebab pada dasarnya komunikasi adalah proses menyampaikan isi pikiran atau perasaan oleh seseorang komunikator 1 kepada orang lain komunikator 2. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi. Meski ada ungkapan yang terkenal jika we cannot not communicate, namun tidak semua perilaku kita adalah komunikasi. Aktivitas komunikasi baru dapat terjadi bila kita sudah mulai menafsirkan suatu objek atau memberi makna atas perilaku orang lain atau diri sendiri. Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan. Dimensi isi makna terkait dengan simbol verbal dan menunjukkan muatan apa yang dikatakan, sementara dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakan, hubungan peserta komunikasi dan bagaimana seharusnya pesan ditafsirkan. Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja serta sesuai dengan tujuan dan keinginan dari pelaku. Pengertian “sadar” di sini menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang sepenuhnya berada dalam kondisi mental-psikologis yang terkendalikan atau terkontrol, bukan dalam keadaan “mimpi”. Disengaja maksudnya bahwa komunikasi dilakukan memang sesuai dengan kemauan dari pelakunya. Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu. Konteks ruang dan waktu dalam komunikasi berpengaruh pada makna. Oleh karena itu makna pesan tergantung pada konteks fisik dan ruang iklim, suhu, intensitas cahaya dsb., waktu, sosial, dan psikologis dari peserta komunikasi. Melibatkan prediksi peserta komunikasi. Ketika kita menyapa seseorang di pagi hari dengan salam dan ucapan selamat pagi, kita akan memprediksi jawaban dari salam yang telah kita lontarkan. Artinya kita sudah memprediksi umpan balik apa yang akan kita terima. Namun komunikasi terikat dengan perilaku dan tata krama di dalam masyarakat. Dalam contoh ucapan salam, cara pengucapan salam kita terhadap orang yang lebih tua, guru, dosen dan orang yang kita hormati, tentu akan berbeda dengan salam kita terhadap anak kecil dan teman sebaya kita. Komunikasi bersifat sistemik. Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan ada tahapan atau sekuensi serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. Sebagai suatu proses, komunikasi tidak “statis”, tetapi” dinamis” dalam arti akan selalu mengalami perubahan dan berlangsung terus-menerus. Pengaruh latar belakang sosial-budaya terhadap efektifitas komunikasi. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai yang diharapkan para pesertanya. Salah satu hal yang dapat mewujudkan tujuan itu adalah kesamaan makna antarpeserta komunikasi. Makna suatu pesan verbal atau nonverbal pada dasarnya terikat dengan budaya. Komunikasi bersifat Bersifat Nonsekuensial atau tidak berada pada bentuk atau model komunikasi tertentu. Proses komunikasi bisa jadi terjadi dalam tatanan acak; tidak linear, sirkuler, atau bahkan helikal. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional. Ada yang bilang komunikasi itu tidak berawal dan tidak berakhir. Ketika fenomena Gus Baha’ dan Gus Miftah muncul, dan mungkin akan redup pada waktunya, tidak serta merta dapat dikatakan bahwa pembicaraan tentang keduanya juga berakhir. Di masa depan masih akan banyak orang yang membicarakan fenomena itu. Oleh karena itu komunikasi adalah proses yang sinambung continuous. Komunikasi bersifat irreversibel. Suatu perilaku adalah peristiwa dan menjadi fakta. Peristiwa komunikasi adalah peristiwa komunikasi yang tidak dapat diubah irreversibel. Fakta bahwa Anda pernah menyakiti seseorang tidak akan dapat diubah. Tidak berlebihan bila dikenal adagium to forgiven but not to forgeted. Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah. Komunikasi bukan panasea obat manjur untuk menyelesaikan segala persoalan. Persoalan atau konflik mungkin berkaitan dengan masalah struktural, misalnya ketidakadilan dan masalah yang hanya dapat diselesaikan dengan “keharusan tertentu” tidak akan dapat diselesaikan dengan komunikasi. Kedua contoh masalah itu hanya dapat diselesaikan dengan memenuhi tuntunan dari keduanya. Ruang Lingkup Ilmu Komunikasi Ruang lingkup ilmu komunikasi sebagai keterampilan praktis dan bahkan sebagai seni adalah komunikasi insani human communication atau komunikasi antarmanusia, bukan komunikasi antara manusia dengan hewan, maupun komunikasi antarhewan. Berkaitan dengan hal tersebut, Effendi dalam Yusuf, 2021, hlm. 11-14 membagi lingkup komunikasi manusia ke dalam tujuh lingkup yang di antaranya adalah sebagai berikut. Ruang lingkup pertama adalah ruang lingkup berdasarkan bidang komunikasi yang di antaranya meliputi Komunikasi sosial social communication, Komunikasi organisasi/manajemen organizational/management communication, Komunikasi bisnis business communication, Komunikasi politik political communication, Komunikasi intenasional international communication, Komunikasi antarbudaya intercultural communication, Komunikasi pembangunan development communication, Komunikasi tradisional traditional communication. Kedua, sifat komunikasi yang ruang lingkupnya dapat diklasifikasikan pada Komunikasi verbal verbal communication, meliputi komuniasi lisan oral communication dan komunikasi tulisan written communication; Komunikasi nirverbal nonverbal communication, meliputi komunikasi kial gestural/body communication, komunikasi gambar pictural communication dan lain sebagainya; Komunikasi tatap muka face to face communication; Komunikasi bermedia mediated communication. Ketiga, tatanan komunikasi yang merupakan proses komunikasi ditinjau dari sisi jumlah peserta komunikasi. Tatanan atau konteks komunikasi diklasifikasikan sebagai berikut. Komunikasi pribadi personal communication yang meliputi komunikasi intrapribadi intrapersonal communication dan komunikasi antarpribadi interpersonal communication. Komunikasi kelompok group communication, meliputi komunikasi kelompok kecil small-group communication seperti ceramah, forum diskusi, smposium, diskusi panel, seminar, curah saran brainstorming, dan komunikasi kelompok besar large-group/public communication. Komunikasi massa mass communication, meliputi komunikasi media cetak/pers printed massa media communication seperti surat kabar daily/newspaper dan majalah magazine, dan komunikasi media seperti radio, televisi, film dan lain sebagainya. Komunikasi media media communication seperti surat, telepon, pamflet, poster, spanduk, dan mungkin media lain yang masih belum disepakati keberadaannya sebagai media massa seperti media sosial facebook, youtube, whatsapp. Keempat, tujuan komunikasi, yang antara lain mengubah sikap to change the attitude, mengubah opini/pendapat/ pandangan to change the opinion, mengubah perilaku to change the behavior, dan mengubah masyarakat to change the society. Kelima, fungsi komunikasi. secara umum fungsi komunikasi adalah memberi informasi to inform, mendidik to educate, dan menghibur to entertain serta fungsi mempengaruhi to influence. Keenam, teknik komunikasi. Teknik berkait erat dengan keterampilan. Komunikasi juga merupakan ilmu praktis dan seni. Teknik komunikasi meliputi komunikasi informatif informative communication, komunikasi persuasif persuasive communication, komunikasi pervasif/loby pervasive communication, komunikasi koersif/mengendalikan dengan kekerasan coersive communication, komunikasi instruktif instructive communication, dan hubungan manusiawi human relations. Ketujuh, metode komunikasi meliputi jurnalisme journalism baik cetak, elektronik maupun online, hubungan masyarakat public relations, periklanan advertising, propaganda, perang urat saraf psychological warfare, perpustakaan library dan lain lain. Referensi Hariyanto, D. 2021. Buku ajar pengantar ilmu komunikasi. Sidoarjo Umsida Press. Karyaningsih. 2018. Ilmu komunikasi. Yogyakarta Samudra Biru. Yusuf, 2021. Buku ajar pengantar ilmu komunikasi. Yogyakarta Penerbit Pustaka Ilmu.

pengertian komunikasi dari berbagai dimensi